Mei 23, 2012
defenisi cinta di era islam
Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertempuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan, “Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjiha di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Total Tayangan Halaman
Diberdayakan oleh Blogger.
Entri Populer
-
"Bang, aku ingin menjadi istrimu," pintaku pelan. Tapi lelaki, tempat cintaku berlabuh setahun ini, bagai tak mendengar. Ia...
-
“Edan!” “Gak mungkin.” “Kamu pasti ngarang.” “Mana mungkin istrimu yang hamil, malah kamu yang disuruh…” “Tapi ini benar, kok. Sungguh...
-
Pada suatu hari seekoranak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah ...
about me !!!
- Puji Wijayanti Suenaryo
- I was not pretty, I'm not smart, not rich, not talented, but who obviously I was not bad. and I am not a bad person especially cruel.








0 komentar:
Posting Komentar